Mahakam - Media Harga Komoditas Samarinda
Mahakam - Media Harga Komoditas Samarinda

Selasa, 16 Juli 2019

Mahakam - Daftar SMS MarketMahakam - Tabel HargatMahakam - Grafik KomoditasMahakam - Virtual Tour

Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu Pada Pisang Kepok

by ricky


Posted on 08 Februari 2014


Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu Pada Pisang Kepok

Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu Pada Pisang Kepok

  1. Pengendalian Layu Fusarium ( Panama disease )
  1. Penyebab  : Fusarium oxysporum f.sp cubense ( E.F. Smith )
  1. Gejala  :
  • Cendawan F. oxysporum menyerang tanaman melalui akar;
  • Daun tua menguning mulai dari pinggiran daun, tangkai daun patah, layu dan tanaman mati;
  • Kadang – kadang lapisan luar dari batang palsu terbelah mulai dari permukaan tanah;
  • Tanaman yang terserang tidask mampu berbuah atau tidak terisi;
  • Jika pangkal batang dibelah membujur terlihat garis coklat atau hitam dari pangkal batang ke atas, melalui jaringan pembuluh pangkal dan tangkai daun;
  1. Pengendalian :
  1. Cara Kultur Teknis
  • Gunakan benih sehat :
  • Pastikan benih bukan berasal dari daerah/kawasan/lokasi serangan atau rumpun terserang. Gunakan benih dari kultur jaringan atau benih baru.
  • Bibit progres dengan alat – alat steril ( didesinfektan ) dengan bahan desinfektan, misalnya formalin 4-8%, alkohol 70%, atau dengan kloroks 1%  ( Bayclin ).
  • Lakukan pemupukan organik ( kompos, pupuk kandang ) dicampur dengan agens hayati Trichoderma sp. Atau Gliocladium sp. Dengan cara sebagai berikut :
  • Pada saat penimbunan lubang tanam : Campurkan pupuk kandang atau kompos sebanyak ½ karung (10kg) dan 250 g Trichodermasp. Per lubang tanaman pada tanah bagian atas lalu masukan ke dalam lubang. Selanjutnya diikuti oleh tanah bagian bawah. Lakukan pemadatan dan penyiraman dengan air secukupnya kemudian dibiarkan sekurangnya 2 minggu.
  • Pada saat pemupukan susulan : Berikan campuran pupuk kandang/kompos susulan sebanyak 1 karung dan 500gr Trichoderma sp./ rumpun. Pemberian dilakukan dengan membuat parit sekeliling rumpun dengan lebar dan dalam ± 25 cm, jarak dari rumpun ± 50cm.
  • Lakukan penjarangan anakan, sisakan maksimal 2 anakan.
  • Lakukan pengiliran tanaman dengan tanaman bukan inang, misalnya pepaya, nenas atau jagung.
  • Lakukan pengaturan air dengan membuat sistem drainase agar air dapat terkendali dan berfungsi optimal bagi tanaman. Lakukan pembuangan terhadap air yang tergenang atau penyiraman terhadap tanaman yang kurang air.
  • Hindari terjadinya luka pada akar.
  • Lakukan sistem pindah tanam setelah 3 kali panen maksimal 3 tahun.
  • Lakukan pembrongsongan buah segera setelah ontong merunduk.
  • Lakukan pemotongan jantung pisang ( bunga jantan ) segera setelah pembentukan sisir berhenti.
  • Lakukan pengapuran atau pemebrian abu kapur untuk menaikan atau menjaga kestabilan pH tanah.
  • Lakukan pengisolasian untuk mencegah penyebaran patogen pada lahan baru dari dalam tanah dengan menggunakan sekam, dengan cara membuat parit ( untuk memsisahkan lahan baru dengan lahan yang terserang patogen ) sedalam perakaran ( rhizo sphere ) pisang.Taburkan arang sekam ± ¾ tinggi parit. Buat saluran drainase. Untuk tanaman yang dimatikan dengan minyak tanah karena sakit, buat parit di sekeliling rumpun dengan jarak 1,5 m dari tanaman, kemudian taburi arang sekam.
  1. Cara fisik/mekanis
  • Eradikasi rumpun tanaman terserang sampai ke akar – akarnya atau segra matikan tanaman dengan cara menyutikan herbisida sistemik yang telah terdaftar dan diizinkan oleh Menteri Pertanian, atau minyak tanah 2-3ml ( ½ sendok teh )/ batang ( tergantung pada ukuran batang semu ) pada bantang semu dan anakan, biarkan mengering. Setelah mengring, bongkar tanaman dan buang.
  1. Cara biologi
  • Gunakan agens hayati seperti Trichoderma spp., Fliocladium sp., Chaetamium sp., Pseudomonas flurescens, Bacillus subtilis yang diintroduksi ( dicampur ) bersama kompos atau benih ( 100g /benih ). Apliksi agens hayati dilakukan setelah tanam dan diulang secara periodik.
  • Perlakukan bibit dengan agens hayati.Sebelum bibit ditanam bukalah kantong plastik dari bonggol, lakukan pencelupan dengan suspensi/campuran agens hayati Pf ( Pseudomonas fluorescens ) dengan air  ( perbandingan 1 : 10 ) selama 15 menit.
  1. Cara kimiawi
  • Lakukan sterilisasi ( disinfektan ) semua alat yang digunakan dengan menggunakan alkohol 70%, formalin 4-8%, kloroks 1% (bayclin yang diencerkan 1 : 5), atau dicuci bersih dengan sabun diterjen.
  • Ijeksi minyak tanah atau herbisida sitemik pada tanaman sakit dan anakannya sebanyak 2 – 3 ml ( ½ sendok teh )/ tanaman tergantung ukuran/umur tanaman. Injeksi dapat diulangi hingga tanaman mati.
  • Aplikasi pestisida untuk nematoda Radopholus similis dan Meloidgyne ( penyebab luka pada akar ) dengan nemarisida yang telah terdaftar oleh Menteri Pertanian. Nematisisda yang terdaftar dan diizinkan tahun 2003, misalnya kardusafos 10%, karbosulfan 3%.
  • Karbosulfan 5%. Nematisida tersebut berbentuk granul ( butiran ) diaplikasikan dengan cara membuat mengaplikasikan nematisida. Bekas sarung tangan dibakar supaya tidak digunakan lagi. Cuci tangan atau bersihkan anggota tubuh  ( mandi ) dengan air sabun.

b. Pengendalian Layu Bakteri/Moko disease :  Ralstonia solanacearum Yabuuchi et.al. 

 ( sinonim : Bulkhoderiasolanacearum (smith ) Yabuuchi et.al. Pseudom on as solanacearum(Smith)

  Penyebab : Fusarium oxysporum f.sp cubense ( E.F Smith )

  1.  Gejala :
  • Timbulnya gejala serangan layu bakteri pada daun biasanya baru tampak setelah munculnya tandan buah atau fase generatif;
  • Pada awalnya daun muda berubah warna menjadi kuning. Ibu tulang daun keluar garis coklat kekuning kuningan, kemudian dalam waktu satu minggu semua daun menguning lalu menjadi coklat;
  • Cairan merah keluar melalui luka pada batang, adakalanya cairan keluar bersamaan dengan keluarnya jantung pisang;
  • Pada buah gejalanya agak lambat, pada umumnya saat buah hampir menyelesaikan proses pemasakan;
  • Buah tampak seperti dipanggang, berwarna kuning coklat, layu dan busuk.
  1. Pengendalian
  1. Cara Kultur Teknis
  • Pengendalian secara kultur teknis sama dengan pengendalian Layu Fusarium( Panama disease ).
  • Lakukan sanitasi lingkungan dengan cara membersihkan gulma dari lahan pertanaman pisang. Daun – daun pisang yang telah kering dipangkas, kemudian dibakar.
  • Hindari pemindahan tanah dan tanaman/sisa tanaman yang sakit kedaerah lainnya.
  1. Cara Fisik/mekanis
  • Pengendalian secara fisik/mekanis sama dengan pengendalian Layu Fusarium ( Panama disease ).
  1. Cara Biologi
  • Pengendalian secara fisik/mekanis sama dengan pengendalian Layu Fusariium ( Panama disease ).
  1. Cara Kimiawi
  • Lakukan strerilisasi (disinfektan) semua alat yang digunakan yang menggunakan alat dengan menggunakan alkohol 70%, kloroks 1% (bayclin yang diencerkan 1 : 5), formalin 4-8%, lysol, atau kalium permangat 0.05%.
  • Aplikasikan pestisida kimiawi yang telah terdaftar dan diizinkan oleh Menteri Pertanian, misalnyadazomet 98%. Aplikasi pestisida untuk nematoda Radopholus similis dan Meloidogyne ( sama pengaplikasiannya dengan Layu Fusarium ) ( Panama disease )

  c.  Pengendalian Bercak Daun/Sigatoka/ Black Leaf Streak

  Penyebab : Mycosphaerella musicola

  1. Gejala :
  • Pada awalnya timbul bintik – bintik kuning pada tepi daun;
  • Bintik melebar menjadi nodda kunin tua kemerahan samapai kehitaman, sehingga seluruh helaian daun menjadi kuning;
  • Daun menjadi lebih cepat kering dan matang sebelum waktunya;
  1. Pengendalian :
  1. Cara Kultur Teknis
  • Lakukan sanitasi sumber infeksi, yaitu daun – daun mati/sakit dipangkas lalu dibakar.
  •  Lakukan pemupukan berimbang, sesuai anjuran setempat.
  1. Cara Kimiawi
  • Aplikasikan pestisida ( fungisida ) kimaiwi yang telah terdaftar dan diizinkan oleh Menteri Pertanian tahun 2003, misalnya hexakonazol 50 g/l, tridemorf 750 g/l mankozeb 80%, tebukanazol 250 g/l, difenokonazol 250 g/l, metil tionafanat 500g/l.
  • Metil tionafanat 75%, klorota1nol 500g/l, klorotalonil 75%, propikonazol 250g/l.
  • Cara penggunaan fungisida : Gunakan alat pelindung pada saat menggunakan pestisida yaitu masker sarung tangan, topi, sepatu boot, baju lengan panjang.
  • Ambil fungisida, takar sesuai dosis anjuran dan masukan ke dalam ember;
  • Takar air sesuai volume anjuran dan masukan ke dalam ember
  • Campurkan fungisida ke dalam air, aduk dengan alat pengaduk sampai rata;
  • Masukan campuran fungisida dan air ke dalam alat aplikasi kemudian semprotkan;
  • Baca dan ikuti petunjuk penggunaan fungisida yang tertera pada label kemasan.
  1. Pengendalian Kerdil Pisang/Bunchy top virus

Penyebab : Virus bunchy top

  1. Gejala :
  • Daun muda tampak layu baku, tegak, pendek, lebih sempit dan tangkainya pendek dari yang normal menguning. Daun menjadi rapuh dan mudah patah;
  • Tanaman terhambat pertumbuhannya dan daun – daunan membentuk roset pada ujung batang semu.
  1. Pengendalian
  1. Cara Kultur Teknis
  • Gunakan benih sehat. Jangan mengambil benih dari tanaman terserang.
  • Lakukan sanitasi kebun dengan membersihkan lahan dari tanaman inang lain, yaitu Abaca ( Musa textilis ), Heliconia spp., bunga tasbih ( Canna spp. )
  • Bongkar rumpun tanaman yang sakit sampai ke akar – akarnya, kemudian potong – potong agar tunas yang hidup.
  1. Cara Biologi
  • Gunakan serangga predator Cryptogonus orbiculus ( Coleoptera; Coccinellidae ) untuk mengendalikan serangga penular Pentalonia nigonervosa  ( Homoptera : Aphidae ).
  1. Pengendalian Nematoda Parasit Akar Pisang

Komplek nematoda yang umum menyerang akar pisang adalah Radopholus similis Cobb., spesies Pratylenchus spp., Helicotylenchus multicinctus dan nematoda bengkak akar, Meloidogyne spp.

  1. Gejala :
  • Nematoda masuk melalui ujung akar, tetapi R. Simillis dapat masuk melalui semua permukaan akar dan pindah dari akar terinfeksi menuju bonggol pisang sehingga menyebabkan luka berwarna hitam yang menyebar pada permukaan bonggol pisang.
  • Luka pada akar dan bonggol pisang terinfeksi masuknya patogen lain seperti Fusarium oxysporum.
  • Bila akar terang berat, menyebabkan tanaman mudah roboh ( tumbang ) terutama pada fase pengisian buah.
  1. Pengendalian
  • Rotasi tanaman;
  • Penggennangan tanah selama beberapa bulan;
  • Perlakuan dengan air panas;
  • Pengendalian dengan bahan kimia ( nematisida )
  1. Hama
    1. Pengendalian Kumbang Penggerek Bonggol Pisang  Penyebab :Cosmopolies sordidus Germar
  1. Gejala :
  • Tanaman muda ( anakan ) terlihat layu dan akhirnya mati, sedangkan tanaman yang lebih tua ( lebih besar ) akan terhambat pertumbuhannya dan akhirnya akan mudah roboh jika terkena angin.
  • Serangan biasanya dilanjutkan dengan serangan sekunder olenh cendawan atau bakteri, sehingga akan mempercepat kematian pisang.
  1. Pengendalian
    1. Cara Kultur Teknis
  • Kumbang penggerek dapat bertahan selama 9 bulan lebih pada batang pisang, oleh karena itu, lakukan pembersihan sisa – sisa bagian tanaman pisang dari kebun;
  • Lakukan penebangan batang  pisang serendah mungkin. Potong – potong batang tanaman terserang termasuk bonggolnya kemudian dikubur.
  • Pastikan bahwa benih dari anakan yang bebas dari hama penyakit;
    1. Cara Mekanis
  • Potong bonggol lalu matikan kumbang yang terdapat didalam bonggol pisang;
    1. Cara Biologi :  Manfaatkan :
  • Proedator larva : Plaesius javanus Er. ( Coleoptera : Histeridae ), Hololepta sp., sphenoporit, Chrysophilus ferrgineus, dan Ceromasra sphenoporit.
  • Patogen larva : Metarrhizium sp.,  Beauvaria bassiana  ( Balsamo )
    1. Pengendalian Kumbang Penggerek Batang Pisang Penyebab :Odoiporus longicollis
  1. Gejala :
  • Gejala sama dengan gejala yang diakibatkan serangan Kumbang Penggerek Bonggol Pisang.
  1. Pengendalian :
    1. Cara KulturTeknis
  • Pengendalian secara kultur teknis sama dengan pengendalian pada Kumbang Penggrek Bonggol.
    1. Cara Mekanis
  • Pengendalian secara kultur teknis sama dengan pengendalian pada Kumbang Penggerek Bonggol Pisang.
    1. Cara Biologi

Memanfaatkan :

  • Predator Larva :  Plaesius javanus Er. ( Coleoptera : Histeridea ),  Hololepta sp., Chrysophilus ferrgineus dan  Ceromasra sphenoporit.
  • Patogen larva : Metarrhizium sp.,  Beauvaria bassiana  ( Balsamo )
  1. Pengendalian Ulat Penggulung Daun Pisang

Penyebab : Erionata thrax L

  1. Gejala :
  • Ulat yang masih muda memotong daun mulai dari tepi secara miring, lalu menggulung hingga membentuk tabung kecil;
  • Ulat memakan daun di dalam gulungan, apabila daun di dalam gulungan habsi maka ulat akan pindah dan membentuk gulungan daun yang lebih besar.
  • Paa tingkat serangan tinggi, daun bisa habis dan tinggal pelepah yang penuh dengan gulungan daun.
  1. Pengendalian :
    1. Cara Mekanis :
  • Potong daun pisang yang tergulung kemudian musnahkan/matikan ulat yang ada didalamnya .
    1. Cara Biologi  Manfaatkan :
  • Parasitoid telur : Ooncyrtus erionotae Ferr. ( kumbang tabuhan ),  Agroramatus Sumateraensis, Anastatus sp, dan Pedobices erionotae.
  • Parasitoid Larva : Cotesia erionotea Wlk., Elasmus Sp., Easinaria sp., Charaps sp.
  • Parasitoid pupa : Brachymeria larus, B. Thracis, Theronia zebra – zebra, Xanthopineple gamsura, serta
  • Parasatoid lainnya : Agiommatus spp, Anastatus sp., Branchymeria sp., dan Pediobius eriotea

Sumber : Pedoman Baku Budidaya Standar Operasional Prosedur Pisang Kepok Kabupaten Paser

  Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kalimantan Timur


BERITA TERKINI
Menggunakan Jargas untuk Rumah Tangga menghemat 50% dibanding Tabung LPG

Menggunakan Jargas untuk Rumah Tangga menghemat 50% dibanding Tabung LPG

Jakarta, ESDM RI - Komitmen pemerintah dalam menyediakan energi yang . . .

Maret Deflasi, Pemerintah Jangan Santai

Maret Deflasi, Pemerintah Jangan Santai

JAKARTA KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) mengingatkan pemerintah untuk tetap bekerja menjaga . . .

Kelompok Makanan Sumbang Inflasi

Kelompok Makanan Sumbang Inflasi

SAMARINDA, Koran Kaltim - Sejumlah komoditas pokok di Provinsi Kalimantan . . .

HARGA TERTINGGI
HARGA TERENDAH
Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Prov. Kalimantan TimurBMKGDinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Kal. TimurPemerintah Kota SamarindaBank IndonesiaBPS Kota Samarinda